Kamis, 27 Mei 2010

Peningkatan Profitabilitas dan Pengurangan Profitabilitas

Peningkatan Profitabilitas dan Resiko dapat dipicu oleh adanya:

o Penambahan Aktiva Tetap dengan dana bersumber dari Ativa Lancar atau Utang Lancar.
o Pengurangan Utang Jangka Panjang dengan dana bersumber dari Ativa Lancar atau Utang Lancar.

Pengurangan Profitabilitas dan Resiko dapat dipicu oleh adanya:

o Pengurangan Aktiva Tetap untuk menambah Ativa Lancar atau mengurangi Utang Lancar.
o Peningkatan Utang Jangka Panjang untuk menambah Ativa Lancar atau mengurangi Utang Lancar.

Trade–off antara Profitabilitas dan Resiko

Trade–off antara Profitabilitas dan Resiko

o Profitabilitas dan Resiko selalu berbanding LURUS.
o Profitabilitas, dapat ditingkatkan dengan berinvestasi pada aktiva yang lebih menguntungkan. Bagi kebanyakan perusahaan (manufaktur), aktiva tetap lebih menguntungkan daripada aktiva lancar.
o Dalam konteks Modal Kerja, Resiko adalah kemungkinan suatu perusahaan berada dalam keadaan Technically insolvent”, yang diukur dengan jumlah Nett Working Capital. Semakin Besar NWC, semakin Kecil Resiko.


Asumsi-asumsi dasar

o Perusahaan bergerak dalam bidang manufaktur atau perusahaan yang pendapatannya bersumber dari aktiva tetap.
o Biaya modal jangka pendek lebih murah dibandingkan biaya modal jangka panjang.

Klasifikasi Modal Kerja

Klasifikasi Modal Kerja

o Modal Kerja Permanen, merupakan modal kerja minimum yang dibutuhkan perusahaan untuk memutar usahanya.
o Modal Kerja Variabel, modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan pada saat-saat tertentu.



BSP

FINANCIAL MANAGEMENT

Memperkirakan kebutuhan Modal Kerja

Kebutuhan Modal Kerja

Periode Perputaran Modal Kerja

Rata-rata pengeluaran kas per periode

X

=

Periode perputaran modal kerja merupakan jangka waktu sejak terjadinya pembayaran bahan baku, proses produksi, waktu yang dibutuhkan untuk menjual, periode pengumpulan piutang hingga penerimaan uang

Rata-rata pengeluaran kas per peiode merupakan rata-rata pengeluaran kas yang dibutuhkan untuk melaksanakan operasi perusahaan. Bila periode perputaran modal kerja dinyatakan dalam bulan, maka rata-rata pengeluaran kas dihitung untuk jangka waktu satu bulan

BSP

FINANCIAL MANAGEMENT

Konsep-konsep Working Capital

Konsep-konsep Working Capital

o Quantitative Concept, yaitu seluruh dana yang tertanam dalam bentukunsur aktiva lancar, yang berputar kembali dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Menurut konsep ini seluruh komponen aktiva lancar merupakan modal kerja. (Gross Working Capital)
o Qualitative Concept, yaitu sebagian dari aktiva lancar yang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai operasional perusahaan tanpa mengganggu likuiditas perusahaan atau merupakan kelebihan aktiva lancar diatas hutang lancar. (Nett Working Capital)
o Functional Concept, yaitu bagian aktiva lancar yang digunakan di dalam perusahaan untuk menghasilkan pendapatan.



BSP

FINANCIAL MANAGEMENT

WORKING CAPITAL (MODAL KERJA)

WORKING CAPITAL
(MODAL KERJA)

merupakan penanaman modal perusahaan dalam bentuk asset jangka pendek atau dalam bentuk aktiva lancar perusahaan yaitu aktiva-aktiva yang dalam jangka waktu paling lama satu tahun dapat dicairkan menjadi uang kas atau tunai.


BSP

FINANCIAL MANAGEMENT

Perputaran Modal Kerja

Kas

Barang Jadi

Biaya Produksi & Operasi

Piutang

BSP

FINANCIAL MANAGEMENT

Hubungan Saldo Rekening Investasi antara Kedua Metode Pencatatan

Hubungan Saldo Rekening Investasi antara Kedua Metode Pencatatan

* Investasi saham perusahaan anak tetap akan sebesar harga perolehannya.
* Dilain pihak laba ditahan perusahaan anak akan bertambah dengan laba dan berkurang dengan pembagian deviden dan rugi.
* Bila dibandingkan dengan saldo rekening investasi menurut metode ekuitas akan terjadi selisih sebesar persentase pemilikan dikalikan dengan perubahan laba ditahan perusahan anak dan dikurangi dengan selisih antara harga perolehan dengan nilai buku yang sudah diamortisasi atau dibebankan ke laba rugi.

Pencatatan dengan Metode Cost

Pencatatan dengan Metode Cost

1. Pada saat Pembelian Investasi (sama dengan metode ekuitas)

xxx

Kas

xxx

Investasi Saham Perusahaan Anak

2. Pada saat perusahaan anak memperoleh laba, transaksi ini tidak perlu dicatat oleh perusahaan induk.

3. Pada saat perusahaan anak menderita kerugian, transaksi ini tidak perlu dicatat oleh perusahaan induk.

4. Pada saat perusahaan anak membagi deviden.

xxx

Pendapatan Deviden

xxx

Kas

5. Apabila deviden tersebut berasal dari laba ditahan sebelum kepemilikan, maka akan dicatat sebagai pengurang terhadap harga perolehan investasi, yaitu :

xxx

Investasi Saham Prsh. Anak

xxx

Kas

4. Pada saat perusahaan anak membagi deviden.

xxx

Pendapatan Deviden

xxx

Kas

5. Apabila deviden tersebut berasal dari laba ditahan sebelum kepemilikan, maka akan dicatat sebagai pengurang terhadap harga perolehan investasi