Audit Operasional
Audit Operasional adalah pengkajian atas setiap bagian organisasi terhadap prosedur operasi standar dan metoda yang diterapkan suatu organisasi dengan tujuan untuk mengevaluasi efisiensi, efektivitas, dan keekonomisan (3E).
Audit Ketaatan
Audit Ketaatan adalah proses kerja yang menentukan apakah pihak yang diaudit telah mengikuti prosedur, standar, dan aturan tertentu yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang.
Audit Investigatif
Audit Investigatif adalah: 1. "Serangkaian kegiatan mengenali (recognize), mengidentifikasi (identify), dan menguji (examine) secara detail informasi dan fakta-fakta yang ada untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya dalam rangka pembuktian untuk mendukung proses hukum atas dugaan penyimpangan yang dapat merugikan keuangan suatu entitas (perusahaan/organisasi/negara/daerah)." 2. "a search for the truth, in the interest of justice and in accordance with specification of law" (di negara common law)
Jadi, audit itu adalah suatu rangkaian kegiatan yang menyangkut:
1. Proses pengumpulan dan evaluasi bahan bukti
2. Informasi yang dapat diukur. Informasi yang dievaluasi adalah informasi yang dapat diukur. Hal-hal yang bersifat kualitatif harus dikelompokkan dalam kelompok yang terukur, sehingga dapat dinilai menurut ukuran yang jelas, seumpamanya Baik Sekali, Baik, Cukup, Kurang Baik, dan Tidak Baik dengan ukuran yang jelas kriterianya.
3. Entitas ekonomi. Untuk menegaskan bahwa yang diaudit itu adalah kesatuan, baik berupa Perusahaan, Divisi, atau yang lain.
4. Dilakukan oleh seseorang (atau sejumlah orang) yang kompeten dan independen yang disebut sebagai Auditor.
5. Menentukan kesesuaian informasi dengan kriteria penyimpangan yang ditemukan. Penentuan itu harus berdasarkan ukuran yang jelas. Artinya, dengan kriteria apa hal tersebut dikatakan menyimpang.
6. Melaporkan hasilnya. Laporan berisi informasi tentang kesesuaian antara informasi yang diuji dan kriterianya, atau ketidaksesuaian informasi yang diuji dengan kriterianya serta menunjukkan fakta atas ketidaksesuaian tersebut.
Kamis, 27 Mei 2010
audit
Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima.
Audit keuangan adalah audit terhadap laporan keuangan perusahaan atau organisasi yang akan menghasilkan opini pihak ketiga mengenai relevansi, akurasi, dan kelengkapan laporan-laporan tersebut.
Audit keuangan umumnya dilaksanakan oleh perusahaan atau akuntan publik independen yang harus mengikuti prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Banyak perusahaan mempekerjakan auditor internal yang berfokus pada pengawasan pelaksanaan dan operasi perusahaan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebijakan organisasi.
Audit keuangan adalah audit terhadap laporan keuangan perusahaan atau organisasi yang akan menghasilkan opini pihak ketiga mengenai relevansi, akurasi, dan kelengkapan laporan-laporan tersebut.
Audit keuangan umumnya dilaksanakan oleh perusahaan atau akuntan publik independen yang harus mengikuti prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Banyak perusahaan mempekerjakan auditor internal yang berfokus pada pengawasan pelaksanaan dan operasi perusahaan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebijakan organisasi.
Adapun langkah-langkah penyusunan Laporan Sumber dan penggunaan Modal Kerja adalah
Untuk Menyusun Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja, diperlukan Laporan Laba Rugi (Income Statement), Laporan Laba ditahan (Capital Statement) dan Neraca (Balance Sheet). Adapun langkah-langkah penyusunan Laporan Sumber dan penggunaan Modal Kerja adalah:
1. Menyusun laporan Perubahan Modal kerja, yang menggambarkan perubahan dari masing-masing unsur modal kerja (Current Account) antara dua titik waktu.
2. Mengelompokkan perubahan-perubahan dari unsur-unsur Non Current Account (Aktiva Tetap, Utang Jangka Panjang, dan Modal) antara dua titik waktu tersebut dan unsur-unsur dalam Laporan Laba Ditahan ke dalam kelompok Sumber (Resources) atau Penggunaan (Uses).
3. Menyusun Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja
Langkah Pengerjaan Laporan Perubahan Modal Kerja
Laporan perubahan modal kerja harus menunjukkan dua hal, yaitu:
1. Menunjukkan perubahan yang terjadi pada setiap jenis modal kerja dan perubahan modal kerja secara total. Bagian ini menggambarkan kenaikan dan penurunan setiap elemen aktiva lancar, hutang lancar serta perubahan total modal kerja dalam suatu periode tertentu.
2. Menunjukkan sumber dan penggunaan modal kerja atau sebab – sebab terjadinya perubahan modal kerja.
1. Menyusun laporan Perubahan Modal kerja, yang menggambarkan perubahan dari masing-masing unsur modal kerja (Current Account) antara dua titik waktu.
2. Mengelompokkan perubahan-perubahan dari unsur-unsur Non Current Account (Aktiva Tetap, Utang Jangka Panjang, dan Modal) antara dua titik waktu tersebut dan unsur-unsur dalam Laporan Laba Ditahan ke dalam kelompok Sumber (Resources) atau Penggunaan (Uses).
3. Menyusun Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja
Langkah Pengerjaan Laporan Perubahan Modal Kerja
Laporan perubahan modal kerja harus menunjukkan dua hal, yaitu:
1. Menunjukkan perubahan yang terjadi pada setiap jenis modal kerja dan perubahan modal kerja secara total. Bagian ini menggambarkan kenaikan dan penurunan setiap elemen aktiva lancar, hutang lancar serta perubahan total modal kerja dalam suatu periode tertentu.
2. Menunjukkan sumber dan penggunaan modal kerja atau sebab – sebab terjadinya perubahan modal kerja.
Perbandingan Total Biaya Modal dari ketiga Pendekatan
Analisa Sumber dan penggunaan Modal Kerja
Merupakan alat analisa untuk mengetahui bagaimana perusahaan menggunakan atau memenuhi kebutuhan Modal Kerja
o Sumber-sumber Modal Kerja:
1. Penambahan Modal Pemilik
2. Adanya Laba Operasi
3. Penambahan Utang Jangka Panjang
4. Pengurangan Aktiva Tetap
5. Penyusutan
o Penggunaan Modal Kerja:
6. Pengurangan Modal
7. Adanya Kerugian
8. Berkurangnya Utang Jangka Panjang
9. Bertambahnya Aktiva Tetap
Merupakan alat analisa untuk mengetahui bagaimana perusahaan menggunakan atau memenuhi kebutuhan Modal Kerja
o Sumber-sumber Modal Kerja:
1. Penambahan Modal Pemilik
2. Adanya Laba Operasi
3. Penambahan Utang Jangka Panjang
4. Pengurangan Aktiva Tetap
5. Penyusutan
o Penggunaan Modal Kerja:
6. Pengurangan Modal
7. Adanya Kerugian
8. Berkurangnya Utang Jangka Panjang
9. Bertambahnya Aktiva Tetap
Pendekatan Konservatif dan pendekatan rata-rata
Pendekatan Konservatif
o Menurut pendekatan ini, modal jangka pendek hanya digunakan untuk keadaan darurat.
o Oleh karenanya seluruh kebutuhan modal berasal dari dana jangka panjang.
o Besarnya kebutuhan modal dihitung dari kebutuhan modal tertinggi pada tahun itu, yaitu sebesar Rp1.800.
o Biaya Modal = Rp1.800 X 24% = Rp432 .
Pendekatan Rata-rata
=
Kebutuhan Modal Permanen Ideal
Jumlah Modal Tertinggi + Jumlah Modal Terendah
2
=
1.800 + 1.380
2
Kebutuhan Modal Permanen ideal
= 1.590 X 24%
= 381,6
=
Jumlah ini merupakan titik maksimum yang boleh dibiayai oleh Modal Jangka Panjang, sehingga Biaya Modal Jangka Panjang:
o Menurut pendekatan ini, modal jangka pendek hanya digunakan untuk keadaan darurat.
o Oleh karenanya seluruh kebutuhan modal berasal dari dana jangka panjang.
o Besarnya kebutuhan modal dihitung dari kebutuhan modal tertinggi pada tahun itu, yaitu sebesar Rp1.800.
o Biaya Modal = Rp1.800 X 24% = Rp432 .
Pendekatan Rata-rata
=
Kebutuhan Modal Permanen Ideal
Jumlah Modal Tertinggi + Jumlah Modal Terendah
2
=
1.800 + 1.380
2
Kebutuhan Modal Permanen ideal
= 1.590 X 24%
= 381,6
=
Jumlah ini merupakan titik maksimum yang boleh dibiayai oleh Modal Jangka Panjang, sehingga Biaya Modal Jangka Panjang:
Pendekatan Agresif
Pendekatan Agresif
=
Biaya Modal Jangka Pendek
Jumlah Modal variabel
12
X
Biaya Modal
=
Biaya Modal Jangka Pendek
2.340
12
X
18%
Biaya Modal Jangka Pendek
= 35.1
Biaya Modal Jangka Panjang
= 1.380 X 24%
= 331.2
Biaya Modal = BM Jk. Pendek + BM Jk Panjang
=
Biaya Modal Jangka Pendek
Jumlah Modal variabel
12
X
Biaya Modal
=
Biaya Modal Jangka Pendek
2.340
12
X
18%
Biaya Modal Jangka Pendek
= 35.1
Biaya Modal Jangka Panjang
= 1.380 X 24%
= 331.2
Biaya Modal = BM Jk. Pendek + BM Jk Panjang
Penentuan Komposisi Pembiayaan Modal Kerja
Penentuan Komposisi Pembiayaan
Modal Kerja
o Ada tiga pendekatan yang dapat digunakan, yaitu:
o Pendekatan Agresif, berpendapat:kebutuhan modal kerja variabel harus dibiayai dengan pinjaman jangka pendek, sedangkan kebutuhan jangka panjang harus dibiayai dengan pinjaman atau modal jangka panjang.
o Pendekatan Konservatif, berpendapat: seluruh kebutuhan modal perusahaan harus dibiayai dengan modal jangka panjang, sedang modal jangka pendek hanya untuk kebutuhan yang bersifat darurat.
o Pendekatan Optimal, berpendapat: jumlah modal optimal akan tergantung kepada besarnya kebutuhan dana permanen yang ideal. Kebutuhan dana permanen ideal terletak diantara jumlah terendah dan tertinggi.
Modal Kerja
o Ada tiga pendekatan yang dapat digunakan, yaitu:
o Pendekatan Agresif, berpendapat:kebutuhan modal kerja variabel harus dibiayai dengan pinjaman jangka pendek, sedangkan kebutuhan jangka panjang harus dibiayai dengan pinjaman atau modal jangka panjang.
o Pendekatan Konservatif, berpendapat: seluruh kebutuhan modal perusahaan harus dibiayai dengan modal jangka panjang, sedang modal jangka pendek hanya untuk kebutuhan yang bersifat darurat.
o Pendekatan Optimal, berpendapat: jumlah modal optimal akan tergantung kepada besarnya kebutuhan dana permanen yang ideal. Kebutuhan dana permanen ideal terletak diantara jumlah terendah dan tertinggi.
Langganan:
Postingan (Atom)
